Bersahabat dg Batuk, Pilek, dan Demam yuuk..

Susahnya menghadapi cuaca akhir-akhir ini, pas lagi asik-asik naik motor di tengah perjalanan diguyur hujan gueedee banget, basah kuyup lahh.. eh, begitu sudah dekat dari rumah malah panasnya gila-gilaan, bikin malu aja.. jangan-jangan tetangga yang lihat mikir kalau saya baru kecemplung dimana gitu..hehee…

Yang paling bikin pusing kalau cuaca lagi nggak menentu begini apalagi kalau bukan batuk dan pilek yang kemudian merambat kemana-mana, biasanya diikuti demam juga, dan saat badan lagi drop begitu dihajar juga dengan serangan kuman-kuman lainnya, hadeuuhh!! kayanya sulit sekali bisa menghindar, terus biasanya si virus pingpong aja sama orang-orang serumah, nggak pergi-pergi.. kalau untuk saya, Mas C, dan mama sih enak.. tinggal makan aja yang banyak, minum UC 1000, terus tidur.. nah kalau baby A yang kena gimana?

Alhamdulillah sampai diumurnya yang menginjak 3 bulan baby A belum pernah kena batpil (nggak minta deh..) tapi nggak ada salahnya saya sekedar jaga-jaga kalau tiba-tiba virus itu nekad dolan di tubuh baby A.. apalagi Mas C yang tiap hari ketemu dengan banyak orang, rentan banget bawa virus masuk rumah tuh.. (hihii maaf yah sayang.. kamu selalu jadi tersangka utama setiap kali ada virus nyelonong masuk ke rumah kita..)

Dari keinginan untuk sekedar jaga-jaga ini akhirnya saya bela-belain sedikit repot membongkar koleksi harta karun saya selama bergabung di milis Asiforbaby dan milis Sehat, comot sana.. comot sini.. edit sedikit.. dirangkum.. yah saya sesuaikan dengan kapasitas otak saya yang selalu aja kepenuhan ini.. yang saya tulis disini adalah penyakit yang biasa terjadi dalam keseharian kita, biasa menyerang anggota keluarga kita terutama anak-anak.. biasanya disebabkan oleh virus atau kuman.. dan ternyata untuk menanganinya hampir nggak membutuhkan obat-obatan loh..

Batuk, pilek, demam, dan diare sebenarnya adalah mekanisme alami tubuh kita untuk melawan virus atau kuman yang menyerang saat kondisi tubuh kita sedang melemah.

Pilek bisa terjadi karena tubuh sedang berusaha mengeluarkan virus melalui lendir yang diproduksi hidung.

Begitu pula dengan batuk terjadi untuk menjaga supaya jalan napas bersih dari lendir yang dihasilkan lebih banyak ketika ada infeksi virus, batuk juga menjaga agar kuman baru tidak masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan.

Dan saat kita demam, itu adalah tanda bahwa pertahanan tubuh sedang bekerja. Setiap kali ada kuman yang masuk ke dalam tubuh secara otomatis tubuh akan bereaksi dan rekasi ini menghasilkan zat yang menyebabkan suhu tubuh naik. Suhu tubuh yang naik juga membuat sel pertahanan tubuh dapat bekerja lebih optimal, karena kuman akan mati pada suhu yang lebih tinggi, karena itu kita tidak disaran untuk buru-buru mengobati demam yang ringan agar masa sakit bisa berlangsung lebih singkat karena tubuh diberi kesempatan untuk melawan si kuman.

Hampir serupa dengan batuk dan pilek, diare dan muntah juga merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan racun, virus atau kuman yang masuk ke dalam tubuh. Diare dan muntah itu ibarat alarm tubuh untuk memberitahukan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh kita. 80% penyebab diare pada anak terutama bayi adalah virus, dikenal dengan nama ROTAVIRUS, keracunan makanan, dan pemakaian antibiotik yang tidak tepat.

Jadi sebenarnya baik batuk, pilek, demam atau diare justru membantu kita melawan virus dan kuman yang sedang menyerang tubuh akibat daya tahan yang lemah, dan untuk melawan virus ya dengan daya tahan tubuh yang kuat.. makanya itu nggak dibutuhkan obat-obatan untuk bisa sembuh, apalagi antibiotik, karena antibiotik ditujukan untuk mematikan atau melemahkan bakteri bukan virus, jelas beda kan? lagipula antibiotik nggak bisa mengenali mana bakteri yang baik dan mana yang jahat, semuanya akan langsung dihantam oleh si antibiotik ini.. jadi semakin sering kita minum antibiotik akan makin sering juga kita sakit karena berkurangnya bakteri baik yang menjaga pertahanan tubuh, penggunaan antibiotik yang sering dan terus menerus juga akan menimbulkan resistensi atau berubahnya sifat bakteri menjadi lebih kebal terhadap antibiotik, nah.. kalau si bakteri ini sudah kebal terhadap macam-macam antibiotik terus mau dilawan pakai apa dong? Makanya be wise lah dalam menggunakan antibiotik.

Tidak perlu diberikan obat anti muntah atau obat untuk me’mampet’kan diare, karena disebabkan oleh virus atau kuman maka biarkan virus/kuman tersebut keluar bersamaan dengan diarenya. Obat-obatan tersebut memang akan mengurangi atau menghentikan diare dan muntah tetapi tidak mengobati penyakitnya. Perbaikan tesebut bersifat semu, ibarat bom waktu, kita terkecoh seolah anak membaik padahal penyakit masih terus berlangsung.

Selain itu obat-obat tersebut juga bukan tanpa risiko dan efek samping.Kapan harus pergi ke dokter?
–      Jika ada darah di feses atau feses berwarna hitam.
–      Sudah mengalami dehidari berat yang ditandai dengan tidak buang air kecil lebih dari 8 jam, bibir kering, air mata kering ketika menangis, skin turgor menurun (jika tangan dicubit tidak akan kembali seperti semula), mata cekung, abdomen (sekitar perut) cekung, ubun-ubun pada bayi cekung.
–      Bayi/anak sulit dibangunkan karena luar biasa mengantuk dan sangat lemas. Untuk kasus diare memang ada beberapa yang membutuhkan antibiotik namun pada umumnya tidak diperlukan, hanya bila tinja berdarah itupun butuh evidence atau hasil lab sebagai penegasan.  Pada banyak kasus, antibiotik justru akan memperparah diarenya. Belum lagi pemakaian antibiotik yang tidak tepat akan menyebabkan indikasi tambahan oleh jamur/fungus/candida.

Yang paling dibutuhkan saat kita batuk, pilek dan diare adalah CAIRAN, upayakan kita sering minum walau sedikit-sedikit. Kalau baby ASIX ya asupan ASI/ASIPnya diperbanyak, untuk baby yang sudah MPASI selain ASI/ASIP bisa diberi air putih hangat dan jus buah..

Jika mengalami diare asupan cairan yang banyak sangat berguna untuk mencegah dehidrasi, kalau dibutuhkan bisa dicampur dengan Oral Rehydration Solution (ORS) seperti Pedialit atau Oralit, pada anak yang sudah lebih besar atau orang dewasa bisa memperbanyak asupan BRATY (Banana–Rice–Apple–Toast–Yogurt) karena bisa memadatkan feses.

Saat batuk dan pilek usahakan udara dibuat lembab, matikan AC karena mengakibatkan udara jadi kering, kalaupun tetap pakai AC, bisa taruh handuk basah didalam ruangan, fungsinya membantu melembabkan udara dalam ruangan.

Untuk membantu menghilangkan lendir atau dahak pada bayi, jemur bayi di pagi hari (kalau mataharinya nggak malu-malu yah..) dengan posisi tengkurap diatas paha kita kemudian tepuk-tepuk lembut punggungnya, atau bisa dicoba terapi uap air, taruh air panas yag ditetasi minyak kayu putih dalam baskom, bisa juga pakai teko pemanas listrik, bottle warmer atau magiccom kecil supaya panasnya bertahan lama, letakkan dekat dengan tempat tidur bayi (nggak perlu terlalu dekat, ntar malah kesiram..:D).

Kemudian tetesi bantal tidur bayi dengan minyak kayu putih, agar dia bisa menghirup baunya saat tidur. pada bayi proses pengeluaran lendir tidak hanya melalui hidung, bisa juga melalui feses atau pada saat ia muntah.Olesi punggung, dada dan telapak kaki bayi/anak dengan transpulmin baby atau minyak telon.

Jika hidungnya tersumbat hingga bayi kesulitan bernapas bisa ditetesi larutan air garam steril (NaCl 0,9%) yang merupakan senyawa alami yang juga terdapat dalam tubuh manusia sehingga begitu ditetes ke dalam hidung akan langsung membaur dengan senyawa lain di dalam tubuh. NaCl 0,9% biasa dijual dengan merk dagang Breathy atau Sterimar, tapi kalau susah mendapatkan breathy / sterimar bisa juga beli cairan infus NaCl 0,9%, pakai 1-2 tetes dengan menggunakan alat tetes obat. Cairan Infus ini bisa didapat di apotik, harganya juga murah, kadarnya jangan sampai salah ya.. biasanya setelah ditetesi ini bayi akan bersin-bersin dan lendirnya ikut keluar.

Jika disertai dengan demam, pantau terus suhu tubuh bayi/anak setiap dua jam dengan termometer, bantu menurunkan suhunya dengan kompres air hangat atau ajak bayi/anak berendam di dalam air hangat, kenapa air hangat? Karena dengan begitu otak akan membaca bahwa suhu diluar tubuh semakin naik sehingga otak akan memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhunya agar stabil.

Coba lakukan skin to skin dengan bunda atau ayahnya, tubuh bunda/ayah akan menyerap suhu panas si bayi/anak dan membantunya turun (metode ini berhasil kami terapkan waktu baby A demam 38 dercel setelah imun DPT).

Saat suhu tubuh bayi/anak sudah mencapai 38,5 derajat celcius atau anak sudah sangat rewel karena nggak nyaman bisa diberi obat penurun panas paracetamol.

Observasi terus demamnya, kalau sudah lebih dari 72 jam silahkan dibawa ke dokter.

Jika bayi/anak punya riwayat kejang demam usahakan orang tua bergantian jaga terutama saat malam, jangan biarkan bayi sendirian tanpa pengawasan.

Di kotak obat saya selalu sedia dua macam termometer, yang digital dan air raksa agar pengukuran suhu tubuh bisa benar-benar optimal.. ice gel untuk kompres panas atau dingin, dan paracetamol drop untuk penurun demam (saya punya merk pyrex yang sejak baby A lahir belum pernah dibuka segelnya, alhamdulillah..), untuk yang anaknya punya riwayat atau ada keturunan kejang demam wajib sedia obat anti kejang di kulkas..

Yang paling penting saat anak kita sakit ya kita sebagai orang tua nggak boleh panik, memang susah sih.. makanya sedikit banyak kita harus terus berusaha untuk membekali diri kita dengan bermacam-macam info tentang common problems seperti ini.

Saya sendiri prefer untuk selalu berusaha melakukan home treatment terlebih dulu kalau baby A sakit (sejauh ini sih dia baru dua kali demam setelah imunisasi DPT..), saya trauma karena pada hari-hari pertama kehidupannya baby A sudah harus merasakan enam kali suntikan antibiotik (yang sampai sekarang saya masih belum ngeh apa jenis dan spektrumnya..) akibat ketuban saya yang pecah duluan sebelum ada pembukaan, sejak itu saya berjanji nggak akan dengan gampang memasukkan obat-obatan apapun ke dalam tubuh anak saya..

Sumber-sumber tulisan dari thread di milis asiforbaby, milis sehat, website AIMI, dan website Sehatgroups

Advertisements

4 thoughts on “Bersahabat dg Batuk, Pilek, dan Demam yuuk..”

  1. Mbak salam kenal…
    aku izin sharing tulisan ini ya…
    udah lama mau buat tulisan spt ini juga dan share ke keluarga dan teman2
    pengen nulis dengan bahasa yg mudah dicerna… tapi gak sempet2…
    eh liat blog ini, enak banget dibacanya…

    thanks banyak 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s