Category Archives: Recipes

Banana Milky Muffin

image

Banana Milky Muffin ini selalu jadi resep andalanku buat ngebujuk anak-anak kalau lagi susah makan, disamping kandungan bahannya yang full energi, anak-anak pasti doyan karena rasanya pisang dan susu bangeet.. bikinnya gampil pula..

image

Hasilnya nanti berpori besar tapi lembut, empuk, dan gak seret, makanya Raya yang belum bergigi pun lancar jaya aja ngunyahnya 😀

Ingredients
3 buah pisang ambon ukuran besar, pilih yang matang (bukan kematangan yaa..) dan wangi
200 gr white chocolate (aku pakai Colata), serut halus
1/4 cup butter (aku pakai elle n vire)
1 butir telur antero
1 cup terigu all purpose
1 1/2 sdt double acting baking powder

How To
1. Lumatkan pisang dengan garpu, sisihkan.
2. Tim butter sampai meleleh, setelah meleleh masukkan white choc serut dan aduk cepat hingga seluruh white choc lumer dan menyatu dengan butter, sisihkan.
3. Mix telur dengan kecepatan tinggi selama 3 menit.
4. Pelan-pelan masukkan adonan butter disusul dengan pisang sambil tetap di mix sampai tercampur rata.
5. Turunkan kecepatan sampai yang terendah, masukkan tepung dan baking powder, setelah semua tepung masuk matikan mixer lalu lanjutkan mengaduk dengan spatula, tidak perlu mengaduk terlalu lama karena bisa menyebabkan muffin bantat.
6. Tuang dalam loyang muffin yang sudah diberi papercase, isi sebanyak 3/4 dari tinggi lubang loyang saja.
7. Panggang selama 15 menit dengan suhu 180 derajat.

image

Advertisements

Triple Choco Brownies Sungai Chocolatoz

image

Namanya panjang amat yak? 😀 😀
Biasanya sering disingkat jadi Brownies Sungai karena tekstur dipermukaannya yang mirip sungai coklat. Menurut si empunya resep Ummu Allegra tekstur seksi nan elegan ini gak sengaja beliau dapat ketika menambahkan sisa lelehan dcc ke atas adonan yang sudah siap masuk oven, berharap si dcc ini akan menyatu dengan adonan eh lha kok malah membentuk tekstur kece ini 😀

Kali ini yang aku tiru cuma tekstur sungai coklatnya aja, untuk browniesnya sendiri tetap pakai resep yang biasa aku pakai, bukannya apa.. males cari-cari resep brownies sungai ini di filenya NCC hihihiiii..

Bahan A

1 cup tepung terigu (aku pakai segitiga biru)
1/4 cup cocoa powder (aku mix van houten dan tulip noir dengan komposisi 50-50)
1/4 sdt garam
1/4 sdt baking powder

Campur dan ayak semua bahan, sisihkan.

Bahan B

2 butir telur ayam
1 1/4 cup gula halus (dari gula pasir yang diblender)
1/4 cup unsalted butter
150 gr dark chocolate compound
50 gr dark chocolate compound untuk tekstur aliran sungainya
1 sdt pasta vanila

How To
1. Preheat oven disuhu 190 derajat.
2. Tim butter dan dcc sampai meleleh rata.
3. Kocok telur dan gula dengan whisker sampai gula larut, lalu tuang butter+dcc secara perlahan sambil terus diaduk.
4. Masukkan bahan A, aduk sampai semua tercampur.
5. Tuang adonan dalam loyang 20 x 20 cm yang sudah dialasi kertas roti.
6. Tim 50 gr dcc hingga meleleh lalu tuang pelan-pelan di atas adonan membentuk tekstur aliran sungai, taburkan chocochips setelahnya.
7. Panggang di suhu 180 derajat dengan api atas bawah selama 15-20 menit.
8. Setelah matang, biarkan dingin dulu sebelum dikeluarkan dari oven supaya shiny crustnya tidak retak.

Panggang di oven dengan api atas bawah suhu 190 derajat celcius selama 15-20 menit.

Martabak Kubang

image

Dulu (dulu bangeeet..) waktu masih tinggal di Bekasi hampir tiap dua hari sekali aku jajan martabak telur yang dijualnya pake gerobak di pinggir jalan.

Biasanya aku beli tiap pulang kuliah atau kerja, kebetulan si abang parkir gerobaknya pas di depan gang rumahku, nah godaan banget kaan.. baru turun dari angkot langsung nyium bau martabak yang lagi di bolak balik di atas penggorengan, terus bayangin si martabak yang masih panas kemepul ini dicelup ke dalam sausnya (apa ya namanya? cuko?), makannya sambil ditiup-tiup bareng sama gigit rawit dan acar timun, uwooooh..

Sayang, begitu pindah ke Jogja gak ada lagi tukang martabak yang menyediakan saus cuko, acarnya pun cuma timun iris, gak ada rasa asemnya.. ya emang sih, lain ladang lain belalang, tapi kan si belalang bisa disuruh piknik biar tau rasanya martabak celup saus! *maksa*

Jadi demi bisa makan martabak celup a.k.a martabak kubang terpaksa deh masuk dapur -__-
Sempat puyeng duluan gimana caranya bikin kulit lebar tipis nan lentur itu, kursus muter-muterin kulit gitu dimana sih? Sampe akhirnya pucuk dicinta ulam pun tiba (artinya?), di salah satu episode Masterchef Indonesia ada challenge bikin martabak telur termasuk juga cara bikin kulitnya yang melar-melar gitu, yaak.. cobain ah!
Tapi karena resepnya gak di share dan aku juga terlalu malas untuk browsing jadi mari kita keluarin jurus andalan ‘kira-kira’

image

Langkah 1: Kulit
1 cup tepung terigu
1/3 cup air bersih
1/4 sdt garam halus

1. Campur semua bahan,  uleni sampai adonan tidak lengket di tangan.
2. Setelah adonan kalis, bentuk seperti bola lalu masukkan dalam wadah bersih yang sudah berisi minyak goreng, pastikan adonan terendam sempurna selama minimal 1 jam.

Langkah 2: Isi

50 gr daging kambing, cincang
3 buah jamur kancing segar, cincang
2 siung bawang putih, cincang
1 sdm kecap manis
1 sdm kecap asin
1 sdt kecap inggris
1/2 sdt merica bubuk
1/4 cup air bersih

1. Tumis bawang putih sampai wangi, tambahkan air bersih.
2. Masukkan daging kambing, masak dengan api kecil sampai air tersisa kira-kira 1/8.
3. Tambahkan kecap manis,  kecap asin, kecap inggris, dan merica bubuk, aduk sampai semua kecap meresap. Sisihkan

3 butir telur bebek, kocok lepas
4 batang bawang daun, iris
1/2 buah bawang bombay, iris
2 batang seledri, iris
1/2 sdt garam halus

Aduk rata semua bahan dan tumisan kambing, sisihkan.

Langkah III

1. Angkat adonan kulit dari dalam minyak, tiriskan. Letakkan di atas permukaan yang rata dan lebar, tekan-tekan sambil dipipihkan, setelah cukup pipih baru digilas sampai lebar dan tipis.
2. Panaskan (pakai api kecil) sedikit minyak dalam wajan lebar yang memiliki permukaan rata (aku pakai teflon), letakkan kulit tepat di tengah wajan tapi gantungkan pinggiran kulit di tepi wajan, jaga supaya tidak masuk ke dalam wajan.
3. Masukkan adonan telur dan ratakan di tengah permukaan kulit, pelan-pelan lipat pinggir kulit satu persatu hingga menjadi persegi empat.
4. Setelah terbentuk rapih tambahkan minyak goreng sedikit demi sedikit ke dalam wajan sampai martabak terendam separuh, tetap goreng dengan api kecil supaya telur matang sempurna dan kulitnya renyah, jangan lupa intip bagian bawahnya untuk melihat sudah gosong atau belum, kalau sudah ada gosong sedikit (itu yang enak!) silahkan di balik 🙂

Lava Cake Anti Gagal

Hari kedua puasa pas hari minggu, mau bikin takjil ala bule sesuai request suami.. yang nyoklat dan anget-anget, langsung kepikiran Lava Cake a.k.a Volcano Cake a.k.a Molten Cake yang anget dengan coklat meleleh-leleh gak karuan itu, aaawh.. :*

image

Resepnya aku adaptasi dari blognya Mbak Ayudiah Respatih di momylicious.com, aku modif lagi karena aku cuma mau bikin sedikit aja.

Ini versi aku:

Bahan-Bahan

150 gr Dark Compound Chocolate (kalau pakai Colatta yang kemasan 250 gr, kira-kira pakai 3 kotak)
1/2 cup Salted Butter (aku mix elle & vire dengan palmia royal)
3 butir telur ayam
1/2 cup gula castor (ndak suka manis 🙂 )
1 cup terigu all purpose
1/8 cup cocoa powder
2 sdm sirup vanilla

Cara Membuat

1. Siapkan loyang alumunium berbentuk cup, oles permukaannya dengan butter dan taburi dengan cocoa powder sampai tertutup rata. Simpan dalam freezer.

2. Tim DCC dan butter dengan metode double boiler, matikan api sebelum timbul buih lalu aduk rata sampai coklat meleleh dan tercampur rata dengan butter, biarkan dingin.

2. Mix telur dan gula dengan kecepatan tinggi sampai adonan berwarna pucat dan mengental, kurang lebih 3 menit. Masukkan adonan coklat, cukup mix sampai tercampur rata saja, gak perlu lama-lama.

3. Turunkan kecepatan mixer ke yang paljng rendah lalu masukkan terigu dan cocoa powder sambil diayak. Masukkan sirup vanilla. Matikan mixer setelah semua tercampur rata.

4. Tuang adonan ke dalam alumunium cup yang sudah disiapkan tadi, simpan lagi dalam freezer. Tunggu adonan agak mengeras kira-kira 1-2 jam.

image

5. Panaskan oven di suhu 190 derajat celcius selama 8-10 menit. Setelah oven cukup panas masukkan adonan yang masih dalam keadaan beku, oven selama 10 menit (masing-masing oven bisa berbeda ya.. jadi kuncinya: kenali ovenmu dan bersahabat lah sebaik-baiknya 🙂 )

6. Setelah 10 menit, dilihat pinggirnya, kalau sudah mengeras dan bisa dilepas berarti sudah bisa diangkat.

Oya, adonan ini bisa tahan 3 hari di dalam freezer, jadi kalau besok masih kepingin makan tinggal ngoven lagi aja 😉

The Famous Pennylane Brownies

image

Lagi-lagi brownies, karena kami sekeluarga memang fans brownies garis keras, apalagi yang chewy dan super nyoklat 🙂

Sekarang giliran nyoba resep Pennylane Brownies yang legendaris di jagad foodblogger, konon rasanya gak beda dengan brownies yang pakai dcc, padahal ini cuma pakai cocoa powder dan minyak goreng.

Aku agak kesulitan nyari resep yang pas karena tiap blog pasti ada aja bedanya, ngintip blognya Mba Riana si pemilik asli resep ini gak nampak pun resepnya, akhirnya aku kumpulin aja resep-resep yang ada terus ambil garis besarnya (kaya bikin rangkuman jaman sekulah aja 😀 )

Ini hasilnya utak atikku, seperti biasa aku konversi dulu ke dalam ukuran cup dan spoon 🙂

Siapkan 2 buah loyang ukuran 24x10cm, alasi dengan kertas roti.

image

Panaskan oven di suhu 190 derajat celcius, biarkan panas sambil membuat adonannya.

Bahan A

1 cup tepung terigu (aku pakai segitiga biru)
1/4 cup cocoa powder (aku pakai van houten)
1/4 sdt garam
1/4 sdt baking powder

Campur dan ayak semua bahan, sisihkan.

Bahan B

2 butir telur ayam
1 1/2 cup gula halus (dari gula pasir yang diblender)
1/2 cup minyak goreng
Optional:
1 sdt pasta coklat
1 sdt pasta vanilla
1 sdt pasta rhum (aku pakai toffico)
2 sdm choco chips

Kocok telur dan gula dengan whisker sampai gula larut.
Masukkan bahan A, aduk sampai semua tercampur.
Tuang minyak goreng, pasta vanilla dan pasta rhum, aduk sampai benar-benar rata.
Terakhir masukkan choco chips dan ratakan dalam adonan.
Tuang ke dalam loyang, beri topping sesuai selera, untuk kali ini aku pakai oreo strawberry hasil membajak isi goodie bag ultah temannya Arka 😀
Panggang di oven dengan api atas bawah suhu 190 derajat celcius selama 15-20 menit.

Hasilnya gak beda dengan yang pakai dcc, chewy, legit, nyoklat lengkap dengan shiny crust yang kincloooong..

Thx yah Mba Riana, yang punya resep asli Pennylane Brownies ini 🙂

Banana Egg Tart

image

Punya dua anak yang super doyan pisang itu bisa jadi berkah sekaligus tantangan.
Berkahnya, tiap hari dikasih sarapan pisang belum pernah nolak, gampang kan? Anak kenyang, emak senang 😀
Tantangannya, tega amat sih mak tiap hari pisang lagi pisang lagi..
Makanya aku sering banget browsing dan nyoba resep-resep pisang, mulai dari smoothies, pisang goreng, cake pisang biasa, puding, brownies, muffin, roti unyil, endesbre endesbre…
Kemarin aku ngintip pinterest dan nemu banana pie, sayang resepnya gak sekalian dicantumin disitu, cuma ada link ke blog si empunya resep, tapi dari photonya aja udah kebayang sih bakal aku apain si pie pisang nan kece itu..

Crust dan fillingnya aku bikin kaya egg tart yang udah banyak beredar di internet, kebeneran udah beberapa kali bikin jadi ga pusing lagi browsing resep.

Hasilnya.. ternyata pisang yang ngumpet di dalam filling itu rasanya enyaaaakk…

image

Yawis lah, nih aku tulis resepnya

Bahan Filling
4 buah pisang raja ukuran sedang, iris setebal 2 cm
3 butir telur ayam ukuran besar
200 ml susu cair plain (UHT/Pasteurisasi)
4 sdm gula pasir
2 sdm tepung maizena
Optional:
2 sdt vanilla bubuk / 2 sdm syrup vanilla

Cara Membuat Filling
1. Campur telur dan gula pasir,  kocok hanya sampai gula larut saja, tidak perlu sampai mengembang.
2. Masukkan susu cair, bubuk vanilla dan tepung maizena, aduk sampai tepung tercampur rata.
3. Diamkan sampai gelembung-gelembung kecil di permukaan adonan hilang.

Bahan Kulit

250 gr tepung terigu all purpose
150 gr salted butter dingin, potong kecil-kecil
2 butir kuning telur
1 sachet susu bubuk instan (27gr)
3 sdm air es

Cara Membuat

1. Campur semua bahan dalam wadah, aduk dengan menggunakan garpu sampai menjadi butiran-butiran rata.
2. Bentuk menjadi bulatan dan dipipihkan, kemudian gilas sampai mendapatkan ketebalan yang diinginkan.
3. Atur adonan kulit di dalam loyang pie berdiameter 20cm.
4. Tata pisang di dalam kulit pie sampai kulit terisi separuh lalu siram dengan bahan filling sampai memenuhi kulit.
5. Oven dengan suhu 180 derajat celcius api atas bawah selama 30 menit, lalu tambahkan 20 menit di suhu 160 derajat celcius api atas.

Resep ini aku sertakan dalam “Lomba Kreasi Olahan Pisang” di Ultahnya Grup Homemade Healthy Baby Food Yogya.

image

Donat ‘Water Rhoux’ : Dijamin Empuk Menul Menul..

image

Setelah 3 kali percobaan bikin donat kentang-nya Mbak Endang JTT selalu berakhir gatot *tutup muka* aku mulai mikir kalau tiap orang punya takdir sendiri sendiri, dan memang bukan takdirku untuk bisa bikin donat empuk nan lembut (okee kalau yang ini lebay -_- )
Sampai kemarin ada yang posting Donat Tangzhong di group NCC Foodphotography, katanya empuk banget tanpa kentang. Penasaran, aku coba browsing dan ternyata udah banyak banget yang bikin yaaa.. *lagi-lagi kudet*
Rata-rata yang pernah nyoba bikin bilang kalau empuknya awet sampai besok, dan anti gagal!! *penting banget*

Gak pakai nunggu besok, langsung aku eksekusi hari itu juga, mumpung masih pagi, si kakak masih di sekolah, karena kalau dia datang hancur lah harapan bikin adonan dengan hati tenang 😀 😀

Tapi rata-rata resep donat tangzhong itu mencampur ragi dengan bahan kering lainnya, padahal aku pernah punya pengalaman buruk dengan ragi yang wafat sebelum waktunya tapi gak ketauan gegara dicampur bahan kering, semenjak itu lebih pede kalau raginya aku ‘jadiin’ dulu dengan gula dan air hangat.
Makanya resep donat tangzhong yang banyak beredar itu aku modif lagi.. bahan-bahannya juga gak ada yang aku timbang, cukup pakai measuring cup and spoon aja, jauh lebih praktis daripada melototin angka timbangan.. yaa walaupun akhirnya si timbangan dikeluarin juga sih.. buat nimbang berat masing-masing adonan yang udah dibulatin 🙂 🙂

Yang ini versi aku 🙂

Bahan A

3 sdm tepung terigu (aku pakai segitiga biru)
150 ml air

Larutkan tepung dalam air sampai benar-benar rata lalu masak dengan api kecil sampai mengental dan berjejak, matikan api dan dinginkan adonan.

Bahan B

1 sachet ragi instan (aku pakai fermipan)
1/4 sdt gula pasir
1/8 cup air hangat

Campur dan aduk rata semua bahan dalam mangkok ukuran besar sampai ragi larut, diamkan 8-10 menit.

Bahan C

4 cup tepung terigu protein tinggi (aku pakai Cakra Kembar)
1/2 cup gula halus (aku blender sendiri, rasanya lebih manis dari gula halus jadi)
1/2 cup susu cair (aku pakai UHT Ultra plain)
1 butir telur
Optional:
3 sdm susu bubuk / 1sdt pasta susu (aku pakai Toffico)
1 sdt vanilla bubuk

Campur rata semua bahan dengan adonan A dan B, uleni sampai adonan tidak lengket ditangan (kurleb 5 menit).

Tambahkan 1/4 cup Margarine (aku pakai blue band cake and cookies) pada adonan.

Lanjutkan menguleni sampai adonan benar-benar kalis dan halus permukaannya (kalau aku memakan waktu kurang lebih 15-20 menit).

Rapihkan adonan menjadi bulatan besar, letakkan dalam wadah bersih yang cukup besar, tutup dengan serbet bersih dan proofing ditempat hangat kurang lebih 40-60 menit (tergantung suhu ruang, makin hangat makin cepat adonan mengembang).

Bagi-bagi adonan dengan berat masing-masing 50 gram, bentuk sesuai selera dan proofing kembali selama 10-15 menit.
Pada tahap ini, setelah dibentuk sebagian adonan bisa disimpan di freezer untuk digoreng besoknya, gak perlu diproofing lagi, langsung taruh di wadah yang tertutup rapat dan masukkan freezer. Besok saat akan di goreng adonan di thawning dulu kurang lebih satu jam dalam suhu ruang yang cukup hangat.

image
Ini penampakannya waktu beku

Goreng dengan api kecil supaya permukaan donat halus dan warnanya cantik 🙂

Hasilnya beneran mengembang, kopong di dalam, dan super empuuuuuk.. persis Jco!
Saking empuknya donat yang segede itu bisa dikunyah ayah dalam sekali emplokan hahahaa *rakus kalo itu mah*
Enaknya lagi, bisa dibikin dalam jumlah banyak dan digoreng secukupnya aja tiap mau makan, yang disimpan di freezer empuknya sama kok.

image

image

Puding Beras Jagung yang Super Ngeju

image

Niat awal bikin puding beras jagung buat cemilannya Arka yang lagi mogok makan nasi, kemarin-kemarin kan udah makan roti melulu gegara punya bread cutter baru, sekarang mulai bosen roti tapi tetap ga mau nasi -_-!
Makan mie mau sih, tapi ya mosok aku disuruh masak mie pagi siang malem? Padahal abang mie dokdok aja cuma malem doang masaknya 😀

Puding Beras Jagung

Bahan:
1 buah jagung manis ukuran besar, pipil dan blender halus kemudian disaring
1 sdm tepung beras homemade
2 sdm keju cheddar parut
1 sdm unsalted butter
1 sdt tepung maizena, aduk dengan sedikit air
200 ml santan (bisa diganti susu uht plain)
100 ml air

Cara Membuat:
1. Campur santan, air, tepung beras, dan perasan jagung, aduk rata sampai tidak ada yang menggumpal. Masak dengan panci di atas api kecil, kalau aku pakai magicom, asal sering diaduk hasilnya tidak akan bergumpal.
2. Setelah mulai matang masukkan keju dan butter, aduk rata.
3. Pindahkan magicom ke mode warmer / turunkan panci dari api, masukkan maizena dan aduk rata sampai mengental, tuang dalam cetakan dan taburi dengan sisa keju parut, ini bisa jadi sekitar 7 cup alumunium foil kecil.
4. Simpan dalam kulkas, makan saat sudah dingin.

Hasilnya lembut banget, wangi dan super ngejuu..

Alhamdulillah Arka doyan dan langsung ngabisin 1 cup. Eh tapi ternyata ada yang lebih doyan, malahan sanggup ngabisin 2 cup sekaligus.. siapa lagi kalau bukan si bayi gembul yang hari ini pas umur 7 bulan 😀

Raya memang sudah aku kenalin dengan bermacam dairy product dan telur sejak awal MPASI, kan menurut WHO gak ada pantangan lagi selama itu sehat, bersih, dan bergizi 🙂 jadi kalau kakaknya lagi makan brownies, banana cake, atau semacamnya gitu, sudah pasti si bayi ikut mangap (lebar banget) nunggu jatah.. herannya dia bisa ngunyah semua potongan kue itu sampai halus baru ditelan, lucu deh kalau lagi ngunyah, mecucu mecucu sambil senyam senyum girang. Jadi akhirnya hampir semua jatah kue dan cemilan kakak dihabisin si bayi 😀 😀

(Kali Ini Benar-Benar) Fudgy Brownies

image

Alkisah.. setelah berkali-kali (dan hampir putus asa) nyoba bikin fudgy brownies yang beneran fudgy, chewy dan yang paling penting nge’crust’ di atasnya, tetiba muncul lah si shiny crust yang paling aku tunggu-tunggu itu, padahal mah gak sengaja, niatnya cuma mau bikin brownies biasa aja buat Arka 😀

Entah apa yang bikin si shiny crust ini akhirnya muncul, yang jelas baking kali ini aku membebas-tugaskan timbangan dan mixerku, cukup modal measuring cup & spoon dan whisker aja, dan ternyata memang lebih praktis pakai measuring cup & spoon, takarannya pasti sama kaya resepnya, gak kaya si timbangan manual yang tiap digoyang dikit jarumnya geser -_-

Resep brownies yang ini hasil intip-intip punyanya mbak Ricke di sini dan mbak Nina di sini, terus aku combined juga dengan hasil baca-baca di milis NCC yang pada ngebahas gimana cara buat lapisan kinclongnya.

Hasilnya, gak cuma si shiny crust aja yang sukses keliatan blink blink, rasanya pun chewy bangeeet.. basah didalam garing di atas.. aaah aku terharu :’)

image
Ini penampakan pas baru keluar oven, kincloooong! *abaikan almondnya yang gosong yaa..*

Mumpung belum lupa, aku tulis yang versi aku, takaran dan bahannya semua yang aku pakai kemarin.

Fudgy Brownies
Adaptasi dari resep Mbak Ricke dan Mbak Nina

Bahan
250 gr dcc colatta (punya yang ukuran segitu, cemplungin semua aja lah..)
8 sdm unsalted butter elle & vire (seperti biasa ngambil stoknya Raya, ntar bunda ganti ya dek..)
1 1/4 cup gula pasir, blender halus
3 butir telur, kocok lepas
1 cup terigu segitiga biru
1/4 cup coklat bubuk van houten
1 sdt baking powder
1 sdt garam halus

Cara Membuat
1. Alasi loyang ukuran 20×20 cm (lebih bagus pakai yang ukuran 22×22) dengan kertas roti.
2. Panaskan oven dengan suhu 190 derajat, atur diwaktu 20 menit.
3. Campur dan ayak terigu, garam dan baking powder, sisihkan.
4. Tim dcc dan butter sampai meleleh, aduk rata menggunakan whisk sambil menunggu dingin.
5. Masukkan gula halus, aduk sampai gula tercampur rata dan tidak menggumpal.
6. Masukkan telur, aduk tapi jangan terlalu lama, hanya sampai telur menyatu dengan coklat.
7. Masukkan campuran terigu, aduk balik sampai benar-benar rata.
8. Tuang ke dalam loyang, taburi dengan almond sliced.
9. Panggang dengan suhu 190 derajat selama 30-35 menit, tes tusuk untuk mendapatkan tekstur kematangan sesuai selera.
10. Keluarkan dari oven, tunggu dingin dulu baru bisa dikeluarkan dari cetakan dan dipotong karena shiny crustnya rapuh saat masih panas.

image
Ini setelah nginep semalam

Today’s Mood booster: Melted Brownies

image

Seumur-umur baru kali ini bikin brownies gak pake mixer 😀 😀 biasanya mah gak pede (aka males ngaduk) kalau gak dimasukin mixer, walaupun setelannya yang low speed dan cuma 1 menit tetep kudu pake heheee..

Jadi, aku deklarasikan brownies kali ini sebagai brownies tergampil dan terburu-buru versi aku 😀 😀

Resepnya nyontek dari Brownies Agogonya mbak Yenny Agustin yang (seperti biasanya) aku sesuaikan sama seleraku. Aduuh itu coklatnya beneran mbleber mbleber pas dipotong.. terus rasanya nyoklaaaat bangeeet.. *kecup timbangan badan*

image

Melted Brownies
By: Yenny Agustin (Modifikasi: Yoan)

Bahan:
100 gr terigu all purpose (aku pakai segitiga biru)
100 gr unsalted butter (aku pakai elle&vire unsalted)
130 gr dark cooking chocolate (aku pakai colatta professional)
50 gr coklat couverture (aku pakai tulip)
2 butir telur
5 sdm gula pasir
1 sachet coffee cream instan (aku pake nescafe)

Cara Membuat:
1. Tim dcc dan butter sampai meleleh rata.
2. Masukkan gula pasir, aduk dengan spatula.
3. Masukkan telur, aduk lagi.
4. Masukkan terigu dan nescafe, aduk rata
5. Alasi loyang ukuran 24x10cm dengan kertas roti. Preheat oven.
6. Tuang separuh adonan ke dalam loyang, tata coklat couverture di atas adonan lalu tutup dengan sisa adonan. Taburi bagian atasnya dengan almond cincang.
7. Panggang di suhu 190 derajat selama 25-30 menit
8. Seperti biasa, tusuk dengan lidi untuk mengetahui tingkat kematangan si brownies.

Setelah matang yang separuh langsung aku amankan di tuppy dan masuk kulkas karena aku pingin tau rasanya kalau sudah diinapkan semalam.
Nah beneran aja.. yang separuh lagi cuma tinggal remahannya dalam waktu satu jam, siapa lagi pelakunya kalau bukan Arka! laper ya kak? 😀 😀

Update 3 April 2014

Hasilnya setelah semalaman nginep di freezer (sengaja aku taruh freezer supaya selamat dari penglihatannya kakak *emakdurhaka*) lelehan coklatnya tetap gak bisa beku, teksturnya jadi lebih moist, digigit tetap empuk dan dingiiiin.. super nagih!!
image

Vanilla Bread Butter Pudding

image

Dalam rangka nyobain bakeware baru yang kepikiran bikin bread pudding alias puding roti sejuta umat hihihiii.. karena semua orang pasti pernah dan bisa bikin, cuma modifikasinya yang macem-macem 🙂

Versi aku kali ini, rotinya pakai baguette aka roti prancis yang mirip pentungan hansip, tambahin sirup vanilla dan taburin bubuk cinnamon banyak-banyak, pas mejelang mateng wanginya udah merajalela kemana-mana, bikin si kakak betah nungguin di depan oven sambil pegang senter, sibuk ngintipin si puding ini 😀 😀

image

Bahan:
1 buah roti baguette (ukuran kecil), potong menyamping kira-kira selebar 2 cm
100 gr unsalted butter (aku pakai elle&vire)
100 ml krim kental (aku pakai elle&vire)
1 butir telur utuh
1 kuning telur
2 sdm syrup vanilla (aku pakai marjan)
5 sdm gula pasir
Bubuk Cinnamon secukupnya

Cara Membuat:
1. Tata potongan roti di dalam mangkok tahan panas.
2. Lelehkan butter, lalu dinginkan.
3. Campur butter dengan gula, telur, krim kental, dan syrup vanilla, aduk rata.
4. Siram adonan ke atas roti sampai semua basah dan terendam rata. Diamkan selama 30-40 menit.
5. Taburi dengan bubuk cinnamon.
6. Panggang di suhu 190 derajat selama 30 menit.

Gampang bangeet.. aku bikinnya disambi momong si bayi 😀

Choco Peanut Jam

image

Kenaikan harga-harga (terutama makanan) makin lama makin nyebelin yeeuuh.. terakhir kesel banget karena harga selai coklat kesukaannya Arka naik 100%, itu mah bukan naik tapi ganti harga -__-

Tapi gara-gara itu malah kepikiran bikin selai coklat sendiri aja, disamping jauh lebih murah juga jelas lebih sehat 🙂
Ternyata proses bikinnya cepet dan ga pake ribet, komposisi bahan dan takarannya hasil menerawang aka ngarang 😀 😀 hasilnya? kata mama (yang selama ini paling doyan komplen) enaak!!

Berikut resepnya yaa..

Bahan:
150 gr Dark cooking chocolate (aku pakai tulip)
50 gr White chocolate (aku pakai Collata)
100 gr kacang tanah
30 gr unsalted butter (aku pakai elle&vire)
50 ml susu cair plain
1 sdm gula pasir
1/2 sdt garam halus

Cara membuat:
1. Oven kacang sampai matang, buang kulitnya, haluskan dengan food processor atau blender sampai keluar minyaknya, sisihkan.
2. Tim dark chocolate dan white chocolate sampai meleleh.
3. Masukkan butter, susu cair, gula, garam, dan kacang, aduk pelan sampai benar-benar tercampur rata dan kelihatan halus.
4. Setelah dingin, tempatkan di toples kecil.

Fudgy Brownies

image

Kesampaian juga deh bikin brownies super boros tapi super endeeuus ini, lha ya gimana gak boros wong beli dcc yang kotak kecil langsung ludes dipake semua 😀
Tapi memang hukum ‘ada harga ada kualitas’ selalu berlaku untuk apapun kok ya.. hihihiiii..
Kayak pas aku selesai bikin brownies ini, biasanya kan kritikus-kritikus bawel di rumah ada aja komplennya, biasanya sih pada kompak bilang kurang nyoklat. Tapi begitu aku sodorin yang ini, semua diem aja tapi langsung bolak balik ngambil lagi dan lagi dan lagi, sampe aku harus langsung mengamankan beberapa potong buat.. difoto! hahahaa 😀 😀

Resepnya aku nyontek resep fudgy brownies yang sering tayang di blog masakan, aku modif sedikit sesuai selera aku 🙂
image

Bahan:
250 gr dark cooking chocolate
120 gr unsalted butter
120 gr tepung terigu all purpose
200 gr gula pasir
3 butir telur
2 sdt coklat bubuk
1 sdt baking powder
1 sdt rhum
1 sdt garam halus

Cara membuat:
1. Tim dcc dan butter sampai meleleh, tunggu agak dingin, mikser dengan kecepatan rendah sampai halus.
2. Masukkan gula pasir, mikser rata.
3. Masukkan telur.
4. Masukkan terigu, baking powder, coklat bubuk dan garam halus (yang sudah dicampur dan diayak).
5. Setelah semua tercampur rata, matikan mikser.
6. Tuang adonan di loyang persegi ukuran 22×22, taburi dengan almond slice.
7.panggang di oven dengan suhu 180 derajat celcius selama 40 menit.

Kalau di makan dalam keadaan dingin atau sehari sesudahnya akan lebih enak 🙂

White Choc Almond Cake

image

Biasanya gak pernah suka sama white choc aka coklat putih (coklat kok putih? labil yee..) karena rasanya yang manis kebangetan, jadi waktu mendadak dapet lungsuran white choc yang lumayan banyak malah bingung mau diapain, ditolak sayang pun.. dasar mental gratisan 😀
Mama bilang dibikin kaya brownies aja sapa tau enak.. kebeneran masih ada stok almond ground juga dikulkas, bisa dicemplungin sekalian 🙂
Tapi berhubung aku belum pernah mengolah white cake sebagai bahan utama kueh (biasanya cuma buat garnis) dan gak punya resepnya juga, jadi percobaan kali ini kebanyakan ngayalnya hahahaa 😀

Resepnya gini:

Bahan:
200 gr white choc (aku pake colatta)
150 gr unsalted butter (aku pake elle&vire)
50 gr terigu
3 butir telur ayam
5 sdm almond ground
1 sdm gula pasir
1 sdm sirup vanilla
1 sdt garam
1 sdt baking powder
1 sdt meyers rhum

Cara membuat:
1. Tim white choc dan butter sampai lumer, tunggu agak dingin lalu mikser sampai lembut dengan kecepatan paling rendah.
2. Masukkan gula pasir disusul telur.
3. Ayak terigu, baking powder dan garam, masukkan dalam adonan mikser. Terakhir tambahkan rhum dan sirup vanilla, setelah tercampur rata matikan mikser (jangan kelamaan miksernya, cukup sampai tercampur rata aja).
4. Tuang adonan di loyang persegi (aku pakai ukuran 18×18) yang sudah dioles kertas roti, taburi dengan sisa almond ground.
5. Panggang dengan suhu 160 derajat selama 40 menit.

Hasilnya lembuuut dan rasanya susu banget, tapi gak manis dan eneg, nagih deh 🙂

image
Ini pas baru keluar oven

Siomay Ayam Udang Super Gampil

image

Gara-gara pas lagi nonton Sponge Bob Arka mendadak nyeletuk “aku ni kelaparan gak ada makanan..” 😀 😀 jadilah si siomay kepepet ini, iya kepepet karena bikinnya gak sampai 15 menit dan cuma dengan bahan seadanya. Untungnya masih punya ayam fillet, udang kupas, dan kulit lumpia instan stok di kulkas juga utuh belum dipakai, bikinnya beneran gampang tapi hasilnya oke.

Resep kumplitnya:

200 gram Ayam fillet
50 gram Udang kupas
3 siung bawang putih
1 butir telur
7 sdm tepung kanji
5 sdm air matang
1 sdt minyak wijen
1 sdt kecap ikan
1 sdt kecap asin
1 sdt garam
1/2 sdt gula pasir
1/4 sdt lada bubuk

Campur semua bahan dan blender sampai halus.
Tata kulit di cetakan bulat kecil, isi dengan adonan ayam. Kukus selama 10 menit.

Cepat banget kan? 🙂 🙂

image

(Akhirnya) Belajar Bento

Buat aku, yang paling asyik dari punya anak yang sudah masuk PG itu adalah bisa sering bikin bento-bentoan, hahahaaa.. Ya kan selama ini cuma bisa gatel aja liat postingan mommies di socmed dengan kreasi-kreasi bentonya, makanya begitu Arka mulai sekolah aku bujukin deh dia supaya mau sering-sering bawa bekal, sayangnya si bocah males makan sendiri di sekolahnya, dia lebih milih main bareng teman daripada ribet makan, huhuhuuu..
Jadi ya cuma kadang-kadang aja dia bawa bekal, biasanya sih kalau pas gak mau sarapan di rumah, lagian di sekolahnya juga dikasih snacks dan jam 11 sudah pulang.

Ini hasil karya aku yang pertama. Pas ada kelebihan nasi kuning sisa syukuran selapanannya Raya.
Komentar Arka “Gimana cara makannya ini?”
Hahahaa saking ribetnya isi di kotak dia sampai bingung mau makan yang mana dulu.
image

Arka doyan banget brokoli dan jagung rebus, waktu aku tanya mau bawa jagung rebus gak buat bekal sekolah, dia langsung manggut-manggut girang 😀
image

Kalau yang ini sih makan siangnya setelah pulang sekolah, rencana awal mau bawa bola nasi dan sayuran rebus tapi aku gak sempat bikin pagi-pagi jadi anaknya cuma dibawain roti tawar dan sayuran baru aku masak agak siangan, hihihii..
image

The Devil Muffins

Lagi-lagi muffins.. secara anaknya doyn banget muffin coklat jadi ya emaknya bolak balik bikin hehehee 😀

Pertama gigit, yang terasa nyoklaaaaat bangeeet.. iya lah, aku sengaja maksimalin (boso opo iki?) bahan cokelatnya biar benar-benar mirip rasa devil cake 😀 😀

image

Cara buatnya sama kaya muffin yang pernah aku buat sebelumnya, tapi yang ini aku tambahin potongan dcc di adonannya, terus atasnya aku tutup pakai chocochips banyak-banyak.

Hasilnya, dalam 30 menit pertama setelah matang si kakak langsung habisin 3 buah, laper nak? 😀 😀

Ayam Woku

image

Our today’s lunch.. Ayam woku khas menado, resepnya warisan dari Oma yang memang asli di menado, sama mama di modif sedikit dan sekarang diwariskan ke aku, hihihiii jadi semacam warisan leluhur.

Tekstur kuahnya yang kental, wanginya yang ampun-ampunan, dan rasanya yang pedas selalu bikin nasi di piring kurang terus. Paling enak di makan dengan nasi hangat dan tempe goreng tepung yang kriuk-kriuk.

Masakan ini fleksibel banget, gak mesti pakai ayam, diganti bermacam-macam jenis ikan juga oke, atau belut kalau untuk MPASInya Arka, dicemplungin telur rebus ya enak.. suka-suka kita lah 😀
Continue reading Ayam Woku