Tag Archives: Brownies

Triple Choco Brownies Sungai Chocolatoz

image

Namanya panjang amat yak? 😀 😀
Biasanya sering disingkat jadi Brownies Sungai karena tekstur dipermukaannya yang mirip sungai coklat. Menurut si empunya resep Ummu Allegra tekstur seksi nan elegan ini gak sengaja beliau dapat ketika menambahkan sisa lelehan dcc ke atas adonan yang sudah siap masuk oven, berharap si dcc ini akan menyatu dengan adonan eh lha kok malah membentuk tekstur kece ini 😀

Kali ini yang aku tiru cuma tekstur sungai coklatnya aja, untuk browniesnya sendiri tetap pakai resep yang biasa aku pakai, bukannya apa.. males cari-cari resep brownies sungai ini di filenya NCC hihihiiii..

Bahan A

1 cup tepung terigu (aku pakai segitiga biru)
1/4 cup cocoa powder (aku mix van houten dan tulip noir dengan komposisi 50-50)
1/4 sdt garam
1/4 sdt baking powder

Campur dan ayak semua bahan, sisihkan.

Bahan B

2 butir telur ayam
1 1/4 cup gula halus (dari gula pasir yang diblender)
1/4 cup unsalted butter
150 gr dark chocolate compound
50 gr dark chocolate compound untuk tekstur aliran sungainya
1 sdt pasta vanila

How To
1. Preheat oven disuhu 190 derajat.
2. Tim butter dan dcc sampai meleleh rata.
3. Kocok telur dan gula dengan whisker sampai gula larut, lalu tuang butter+dcc secara perlahan sambil terus diaduk.
4. Masukkan bahan A, aduk sampai semua tercampur.
5. Tuang adonan dalam loyang 20 x 20 cm yang sudah dialasi kertas roti.
6. Tim 50 gr dcc hingga meleleh lalu tuang pelan-pelan di atas adonan membentuk tekstur aliran sungai, taburkan chocochips setelahnya.
7. Panggang di suhu 180 derajat dengan api atas bawah selama 15-20 menit.
8. Setelah matang, biarkan dingin dulu sebelum dikeluarkan dari oven supaya shiny crustnya tidak retak.

Panggang di oven dengan api atas bawah suhu 190 derajat celcius selama 15-20 menit.

Advertisements

The Famous Pennylane Brownies

image

Lagi-lagi brownies, karena kami sekeluarga memang fans brownies garis keras, apalagi yang chewy dan super nyoklat 🙂

Sekarang giliran nyoba resep Pennylane Brownies yang legendaris di jagad foodblogger, konon rasanya gak beda dengan brownies yang pakai dcc, padahal ini cuma pakai cocoa powder dan minyak goreng.

Aku agak kesulitan nyari resep yang pas karena tiap blog pasti ada aja bedanya, ngintip blognya Mba Riana si pemilik asli resep ini gak nampak pun resepnya, akhirnya aku kumpulin aja resep-resep yang ada terus ambil garis besarnya (kaya bikin rangkuman jaman sekulah aja 😀 )

Ini hasilnya utak atikku, seperti biasa aku konversi dulu ke dalam ukuran cup dan spoon 🙂

Siapkan 2 buah loyang ukuran 24x10cm, alasi dengan kertas roti.

image

Panaskan oven di suhu 190 derajat celcius, biarkan panas sambil membuat adonannya.

Bahan A

1 cup tepung terigu (aku pakai segitiga biru)
1/4 cup cocoa powder (aku pakai van houten)
1/4 sdt garam
1/4 sdt baking powder

Campur dan ayak semua bahan, sisihkan.

Bahan B

2 butir telur ayam
1 1/2 cup gula halus (dari gula pasir yang diblender)
1/2 cup minyak goreng
Optional:
1 sdt pasta coklat
1 sdt pasta vanilla
1 sdt pasta rhum (aku pakai toffico)
2 sdm choco chips

Kocok telur dan gula dengan whisker sampai gula larut.
Masukkan bahan A, aduk sampai semua tercampur.
Tuang minyak goreng, pasta vanilla dan pasta rhum, aduk sampai benar-benar rata.
Terakhir masukkan choco chips dan ratakan dalam adonan.
Tuang ke dalam loyang, beri topping sesuai selera, untuk kali ini aku pakai oreo strawberry hasil membajak isi goodie bag ultah temannya Arka 😀
Panggang di oven dengan api atas bawah suhu 190 derajat celcius selama 15-20 menit.

Hasilnya gak beda dengan yang pakai dcc, chewy, legit, nyoklat lengkap dengan shiny crust yang kincloooong..

Thx yah Mba Riana, yang punya resep asli Pennylane Brownies ini 🙂

(Kali Ini Benar-Benar) Fudgy Brownies

image

Alkisah.. setelah berkali-kali (dan hampir putus asa) nyoba bikin fudgy brownies yang beneran fudgy, chewy dan yang paling penting nge’crust’ di atasnya, tetiba muncul lah si shiny crust yang paling aku tunggu-tunggu itu, padahal mah gak sengaja, niatnya cuma mau bikin brownies biasa aja buat Arka 😀

Entah apa yang bikin si shiny crust ini akhirnya muncul, yang jelas baking kali ini aku membebas-tugaskan timbangan dan mixerku, cukup modal measuring cup & spoon dan whisker aja, dan ternyata memang lebih praktis pakai measuring cup & spoon, takarannya pasti sama kaya resepnya, gak kaya si timbangan manual yang tiap digoyang dikit jarumnya geser -_-

Resep brownies yang ini hasil intip-intip punyanya mbak Ricke di sini dan mbak Nina di sini, terus aku combined juga dengan hasil baca-baca di milis NCC yang pada ngebahas gimana cara buat lapisan kinclongnya.

Hasilnya, gak cuma si shiny crust aja yang sukses keliatan blink blink, rasanya pun chewy bangeeet.. basah didalam garing di atas.. aaah aku terharu :’)

image
Ini penampakan pas baru keluar oven, kincloooong! *abaikan almondnya yang gosong yaa..*

Mumpung belum lupa, aku tulis yang versi aku, takaran dan bahannya semua yang aku pakai kemarin.

Fudgy Brownies
Adaptasi dari resep Mbak Ricke dan Mbak Nina

Bahan
250 gr dcc colatta (punya yang ukuran segitu, cemplungin semua aja lah..)
8 sdm unsalted butter elle & vire (seperti biasa ngambil stoknya Raya, ntar bunda ganti ya dek..)
1 1/4 cup gula pasir, blender halus
3 butir telur, kocok lepas
1 cup terigu segitiga biru
1/4 cup coklat bubuk van houten
1 sdt baking powder
1 sdt garam halus

Cara Membuat
1. Alasi loyang ukuran 20×20 cm (lebih bagus pakai yang ukuran 22×22) dengan kertas roti.
2. Panaskan oven dengan suhu 190 derajat, atur diwaktu 20 menit.
3. Campur dan ayak terigu, garam dan baking powder, sisihkan.
4. Tim dcc dan butter sampai meleleh, aduk rata menggunakan whisk sambil menunggu dingin.
5. Masukkan gula halus, aduk sampai gula tercampur rata dan tidak menggumpal.
6. Masukkan telur, aduk tapi jangan terlalu lama, hanya sampai telur menyatu dengan coklat.
7. Masukkan campuran terigu, aduk balik sampai benar-benar rata.
8. Tuang ke dalam loyang, taburi dengan almond sliced.
9. Panggang dengan suhu 190 derajat selama 30-35 menit, tes tusuk untuk mendapatkan tekstur kematangan sesuai selera.
10. Keluarkan dari oven, tunggu dingin dulu baru bisa dikeluarkan dari cetakan dan dipotong karena shiny crustnya rapuh saat masih panas.

image
Ini setelah nginep semalam

Today’s Mood booster: Melted Brownies

image

Seumur-umur baru kali ini bikin brownies gak pake mixer 😀 😀 biasanya mah gak pede (aka males ngaduk) kalau gak dimasukin mixer, walaupun setelannya yang low speed dan cuma 1 menit tetep kudu pake heheee..

Jadi, aku deklarasikan brownies kali ini sebagai brownies tergampil dan terburu-buru versi aku 😀 😀

Resepnya nyontek dari Brownies Agogonya mbak Yenny Agustin yang (seperti biasanya) aku sesuaikan sama seleraku. Aduuh itu coklatnya beneran mbleber mbleber pas dipotong.. terus rasanya nyoklaaaat bangeeet.. *kecup timbangan badan*

image

Melted Brownies
By: Yenny Agustin (Modifikasi: Yoan)

Bahan:
100 gr terigu all purpose (aku pakai segitiga biru)
100 gr unsalted butter (aku pakai elle&vire unsalted)
130 gr dark cooking chocolate (aku pakai colatta professional)
50 gr coklat couverture (aku pakai tulip)
2 butir telur
5 sdm gula pasir
1 sachet coffee cream instan (aku pake nescafe)

Cara Membuat:
1. Tim dcc dan butter sampai meleleh rata.
2. Masukkan gula pasir, aduk dengan spatula.
3. Masukkan telur, aduk lagi.
4. Masukkan terigu dan nescafe, aduk rata
5. Alasi loyang ukuran 24x10cm dengan kertas roti. Preheat oven.
6. Tuang separuh adonan ke dalam loyang, tata coklat couverture di atas adonan lalu tutup dengan sisa adonan. Taburi bagian atasnya dengan almond cincang.
7. Panggang di suhu 190 derajat selama 25-30 menit
8. Seperti biasa, tusuk dengan lidi untuk mengetahui tingkat kematangan si brownies.

Setelah matang yang separuh langsung aku amankan di tuppy dan masuk kulkas karena aku pingin tau rasanya kalau sudah diinapkan semalam.
Nah beneran aja.. yang separuh lagi cuma tinggal remahannya dalam waktu satu jam, siapa lagi pelakunya kalau bukan Arka! laper ya kak? 😀 😀

Update 3 April 2014

Hasilnya setelah semalaman nginep di freezer (sengaja aku taruh freezer supaya selamat dari penglihatannya kakak *emakdurhaka*) lelehan coklatnya tetap gak bisa beku, teksturnya jadi lebih moist, digigit tetap empuk dan dingiiiin.. super nagih!!
image

Fudgy Brownies

image

Kesampaian juga deh bikin brownies super boros tapi super endeeuus ini, lha ya gimana gak boros wong beli dcc yang kotak kecil langsung ludes dipake semua 😀
Tapi memang hukum ‘ada harga ada kualitas’ selalu berlaku untuk apapun kok ya.. hihihiiii..
Kayak pas aku selesai bikin brownies ini, biasanya kan kritikus-kritikus bawel di rumah ada aja komplennya, biasanya sih pada kompak bilang kurang nyoklat. Tapi begitu aku sodorin yang ini, semua diem aja tapi langsung bolak balik ngambil lagi dan lagi dan lagi, sampe aku harus langsung mengamankan beberapa potong buat.. difoto! hahahaa 😀 😀

Resepnya aku nyontek resep fudgy brownies yang sering tayang di blog masakan, aku modif sedikit sesuai selera aku 🙂
image

Bahan:
250 gr dark cooking chocolate
120 gr unsalted butter
120 gr tepung terigu all purpose
200 gr gula pasir
3 butir telur
2 sdt coklat bubuk
1 sdt baking powder
1 sdt rhum
1 sdt garam halus

Cara membuat:
1. Tim dcc dan butter sampai meleleh, tunggu agak dingin, mikser dengan kecepatan rendah sampai halus.
2. Masukkan gula pasir, mikser rata.
3. Masukkan telur.
4. Masukkan terigu, baking powder, coklat bubuk dan garam halus (yang sudah dicampur dan diayak).
5. Setelah semua tercampur rata, matikan mikser.
6. Tuang adonan di loyang persegi ukuran 22×22, taburi dengan almond slice.
7.panggang di oven dengan suhu 180 derajat celcius selama 40 menit.

Kalau di makan dalam keadaan dingin atau sehari sesudahnya akan lebih enak 🙂

Frozen Brownies

image

Brownies lagiii… hihihiii ga ada bosannya bikin si guilty pleasure yang satu ini, secara anak dan bapak doyan banget, jadi kokinya ya ngikut aja 🙂
Kali ini aku penasaran sama frozen brownies yang katanya ngetop di Bandung, walaupun belum pernah ngicipin aslinya tapi tetap aja nekad bikin. Aku nemu resepnya dari blognya si penemu frozen brownies itu sendiri, tapi aku modif lagi sesuai selera orang serumah, hasilnya brownies yang nyoklat dengan tekstur yang lembuuut banget di mulut walaupun pas dipotong-potong keras, yaiyalaah namanya juga beku.. 😀

image

Continue reading Frozen Brownies

Cappuccino Brownies

Entah dapet pencerahan darimana, udah 3 hari ini setiap hari Arka sanggup ngabisin seloyang brownies sendirian, iya beneer.. sehari seloyang, CATET!
Ya emang sih dia doyan banget brownies tapi ga pernah segininya juga kali.. tiap pagi rikuesnya “Budaa biki kue cokat yaaa..”

Oh well, your wish is my command boy.. ya itung-itung Bundanya eksperimen dengan aneka resep brownies yang seliweran di foodblogs ituuh.. tiap hari sengaja pake resep yang beda, niat mulianya belum akan berhenti bikin brownies sampai ketemu resep yang beneran pas sama selera orang serumah.
Untung di hari ke empat ini (udah nombok uang belanja soalnyah..) akhirnya ketemu juga sama formula resep yang bikin aku dan mamah jatuh cinta, hasil utak atik sendiri, tambahin ini dan itu..

image

Continue reading Cappuccino Brownies