Tag Archives: Wisata Jogja

Agrowisata Bhumi Merapi: Wisata Edukasi Ramah Alam

Sebenarnya sudah sejak akhir tahun lalu kami berkunjung kesini, tapi seperti yang sudah-sudah, niat menuliskannya di blog ya tetap cuma jadi niat tanpa pernah berwujud, akhirnya tertimbun foto dan niat menulis lainnya, mungkin karena kami terlalu sering piknik *eh *mintaditoyoribukibukbutuhpiknik

Dan kemarin, setelah teman-teman di WAG KEB Jogja pamer tulisan mereka tentang tempat wisata yang sedang happening ini, saya baru sadar kalau saya nggak punya sesuatu yang sama untuk dipamerkan *emakkompetitif

Agrowisata Bhumi Merapi, dari namanya sudah terbayang kalau tempat wisata ini bertema peternakan, pertanian, ramah alam, dan terletak nggak jauh dari Merapi. Lokasinya memang di lereng Merapi, tepatnya di dusun Sawungan, Hargobinangun, Pakem, Sleman, atau di Jalan Kaliurang KM 20, nggak susah sama sekali kok menemukan tempat ini, asal sudah sampai di Jalan Kaliurang, urut saja terus sampai di KM.20, nanti ada plang penunjuk jalan ke arah gerbang masuk Bhumi Merapi di belakang balai desa Hargobinangun.
Pemandangan saat memasuki gerbang sangat menarik, hijau segar berlatar Gunung Merapi, ada barisan kuda poni di depan pintu masuk menunggu pengunjung yang ingin menyewa mereka.

Tiket masuknya Rp.10.000,- saja, tambah Rp. 10.000,- lagi kalau mau menyewa kuda poninya. Tapi saya cemen, nggak tega lihat kuda unyu-unyu begitu ditunggangi, jadi saya nggak bolehkan anak-anak menyewanya, cukup dielus-elus saja 😀

Dari brosur yang saya dapat di loket registrasi dijelaskan kalau Bhumi Merapi bukan hanya menyediakan tempat wisata, tapi juga tempat outbond lengkap dengan perkemahannya. Disediakan pula pelatihan ternak kelinci, kambing, dan hidroponik. Peserta akan dibimbing sampai bisa dan Bhumi Merapi bersedia menerima hasil dari pelatihan budidaya itu.



Taman Kelinci 

Selesai urusan bayar membayar kami langsung menuju Taman Kelinci. Jenis ras kelinci yang dipelihara di sini lumayan lengkap, seperti rex, anggora, dutch, new zaeland, loop, dwarf, dan masih banyak lagi. Beberapa ada yang boleh di beli. Saya langsung naksir dengan seekor dutch gendut berwarna hitam putih dan mengirim kode keras ke suami supaya dia segera menawar, tapi ternyata Dutch yang saya taksir itu adalah sang langganan juara lomba, nggak dijual buk! Hahaa pantesan ganteng banget.

Rumahnya kelinci-kelinci lucu

Selain kelinci-kelinci yang di kandang, ada beberapa ekor yang dilepas agar pengunjung bisa puas membelainya, tapi lagi-lagi kok saya nggak tega, karena ada beberapa anak yang bernafsu sekali membelai, tepatnya sih meremas. Dan orang tuanya malah tertawa-tawa melihat anak mereka ‘membelai’ si kelinci dengan kekuatan penuh, bahkan ada anak yang melepaskan si kelinci begitu saja dari gendongan sampai jatuh ke tanah, duuh buuuk.. 😦 

Kelincinya jinak sekali


Taman Kambing Perah 

Karena langit sudah mulai mendung, kami nggak berlama-lama di taman kelinci. Langkah kami selanjutnya menuju Taman Kambing Perah, kambing yang dibudidayakan di sini adalah peranakan Ettawa dan Sanen. Ada beberapa aktifitas yang bisa kita lakukan saat di taman kambing ini seperti memberi makan kambing, memberi susu kepada anak kambing menggunakan botol, dan membantu memerah susu kambing. Namun kami nggak melakukan satu pun aktifitas seru itu karena bau! hahaaah payah yaa..

Kandang bersih sekali lho..


Selepas meninggalkan Taman Kambing kami berputar lagi menuju Taman Reptil dan Taman Hidroponik, tapi titik air yang mulai berjatuhan membuat kami memilih berhenti untuk menepi di saung terdekat.

Taman hidroponik yang bikin penasaran

Hujan deras mengguyur dan kami terjebak di saung, sebetulnya asik sekali di dalam situ asalkan ada makanan, tapi kami malah meninggalkan ransum kami di mobil, huhuhuuuuuu :'(((((

Besok lagi duduk sini sambil bawa nasi panas, ayam bakar, plus sambal tomat 🙂

Alhamdulillah petugas Bhumi Merapi sangat sigap dan kooperatif, mereka menjemput para pengunjung yang terjebak di tiap-tiap saung dengan payung secara bergiliran, kami bisa memilih mau diantar ke pondok di sebelah pintu masuk atau langsung ke mobil saja, dan ketika kami berinisiatif memberikan tip, mereka menolak dengan ramah, salut!

Nggak menyesal bawa anak-anak ke sini, yang saya sesali justru karena kami datang kesiangan padahal sudah hapal kalau hujan selalu menyiram Jogja di siang hari. Sesegera mungkin kembali ke sini lagi ah, dengan perbekalan yang banyak untuk kami nikmati di saung 🙂

Top Selfie Pinusan Kragilan: Surganya Pecandu Selfie

Selama ini kita mengenal bermacam jenis wisata seperti wisata kuliner, wisata alam, wisata museum, wisata candi, dan sebagainya. Tapi tahu nggak sekarang ada jenis wisata baru bernama wisata selfie? 

Hehee lucu yaa.

Jadi wisata selfie ini maksudnya untuk menyebut tempat-tempat wisata yang jika dipandang mata terkesan biasa tapi memiliki beberapa spot bagus untuk berfoto, nah spot ini nanti yang bakal jadi cantik setelah masuk kamera, dengan catatan si juru foto memiliki skill dan feel fotografi yang lumayan agar mampu membuat tempat ini kelihatan lebih indah di foto, singkatnya: Instagramable! 

Yang masuk dalam wisata selfie ini misalnya Kalibiru (Iya buat saya Kalibiru baru kece setelah berbentuk JPEG), Pantai Goa Cemara, dan yang baru saja kami kunjungi: Hutan Pinus Kragilan di Magelang yang lebih terkenal dengan nama Top Selfie Pinusan Kragilan.

Hutan pinus kragilan ini sebenarnya biasa saja, pun nggak seluas hutan pinus mangunan, tapi udaranya lebih dingin karena terletak di dataran tinggi lereng Gunung Merbabu, jadi nggak heran kalau sepanjang jalan menuju ke Top Selfie Pinusan kita bakal disuguhi pemandangan cantik dari Merbabu dan Merapi dengan hamparan kota Magelang di bawahnya.

Pemandangan menuju Top Selfie

Top Selfie Pinusan berlokasi di Dusun Kragilan, Desa Pogalan, Kecamatan Pakis yang merupakan kecamatan paling ujung dari Kabupaten Magelang. Kita bisa melewati 3  jalur alternatif untuk sampai ke sini:

1. Jalur Blabak

Dari Muntilan masuk ke Blabak sampai Ketep lalu ambil jalur kearah Kopeng. Top selfie pinusan terletak kurang lebih  4 km dari Gardu Pandang Ketep Pass, disebelah kiri jalan.

 Menyebut Ketep Pass, kalau kita punya banyak waktu sebaiknya mampir dulu ke sini, kita bisa menikmati kegagahan Merapi dari gardu pandangnya. Disekitar Ketep Pass juga banyak kebun strawberry yang membolehkan kita memetik sendiri buahnya, mirip di Lembang gitu deh. 

2. Jalur Kopeng

Kalau kita dari Kopeng ambil jalur kearah Ketep, setelah memasuki daerah Kaponan gapura Top Selfie akan terlihat di kanan jalan.

3. Jalur Candimulyo

Dari arah Candimulyo menuju Kaponan kita akan menemukan pertigaan jalur Kopeng – Ketep, lalu ambil arah kiri dan nanti gapura Top Selfie akan kelihatan di kiri jalan.

Masih bingung juga? Buka Waze atau Google Maps dong ah 😀

Nama Top Selfie konon di cetuskan oleh warga sekitar Kragilan sendiri. Warga Kragilan juga yang mengembangkan, mengelola, dan mempromosikan tempat ini hingga menjadi booming seperti sekarang. 

Mereka menyediakan banyak spot keren untuk berfoto. Spot yang paling diburu pengunjung adalah jalan turun selepas pintu masuk menuju parkiran dengan jajaran pohon pinus di sisi kiri dan kanan jalan. 

Ada juga ayunan kayu berlatar latar rimbunnya hutan dan beberapa panggung bambu yang bisa kita pakai selfie atau wefie sampai kemeng.

ayunan kayu diantara rerimbunan pohon
panggung bambu tempat selfie
 
berlatar kebun sayur di sekitar hutan pinus
 
Banyak juga pasangan yang memilih tempat ini untuk foto prewed mereka, dalam satu minggu rata-rata ada tiga pasangan yang berfoto di sini.

Seperti kebanyakan tempat wisata, datang ke sini saat weekend mirip kalau kita mengunjungi pasar malam, bejubel! 

Padahal yang namanya hutan itu kan identik dengan suasana yang sepi, nah gimana bisa dapat foto dengan suasana hutan syahdu kalau backgroundnya pasar malam? Di sinilah kemampuan kita mengambil angle foto diuji, makanya disebut wisata selfie 😀

Dibuka mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB pengunjung hanya perlu membayar Rp.10.000,00 jika membawa mobil dan Rp.3.000,00 jika membawa motor. Selain berburu foto kita juga bisa melakukan kegiatan Flying Fox hanya dengan tarif Rp.10.000,00.

Fasilitas di sini sudah lumayan lengkap dan bersih, ada toilet, tempat sampah, dan beberapa warung makan. Tempat parkir pun sudah dikelola dengan sangat baik oleh warga sekitar hanya dengan tarif seikhlasnya. 

#eh
 
Oh ya, sebelum berangkat pastikan dulu kendaraan kita ada dalam kondisi terbaiknya ya, karena walaupun jalur yang ditempuh nggak ada apa-apanya dibanding Kalibiru tapi tetap ada tanjakan yang lumayan bikin deg-degan.


Selamat piknik temans, selalu jaga kebersihan dan hormati alam yaa 🙂